Tampilkan postingan dengan label Tips Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Berkunjung Ke Sekayu


Sekayu adalah kota kecamatan yang merupakan Ibu kota kabupaten Musi Banyu Asin atau yang sering dipanggil dengan Muba ini. Kota kecil ini berjarak kurang lebih 3 jam perjalanan darat dari Palembang dengan melewati kabupaten Banyu Asin. 

Kesan pertama adalah kota ini sangat bersih. Apalagi di pintu masuk kota ada tugu Adipura. Sekayu memang sudah 5 kali memperoleh adipura. Ini tentu saja karena kerja keras pemerintah daerah setempat. 

Menurut Ibu Yossy yang mengantarku jalan-jalan keliling Sekayu, setiap malam kota ini dibersihkan oleh 4000 orang petugas kebersihan. Cara membersihkannya tidak hanya disapu. Tapi trotoar dan bagian-bagian kota yang kotor juga disikat. Jadi tidak heran kalau pagi harinya kita akan menjumpai kota yang sangat bersih. 

Ada satu hal yang berbeda di kota ini. Jika kita amati, di sepanjang pembatas jalan ada papan bertuliskan asmaul husnah. Dan ini sangat jarang aku temui. Bahkan selama aku berkeliling Indonesia, aku baru menemukan di kota Sekayu ini.

Di kota Sekayu ini juga ada sebuah pusat perbelanjaan. Tidak begitu besar, tapi ya lumayan untuk berbelanja. Masyarakat Sekayu kebanyakan berbelanja ke Palembang. Mereka berbelanja sekaligus berlibur.  



Selasa, 02 Desember 2014

Berburu Oleh-Oleh Di Pasar Gede Solo

Kalau jalan-jalan pasti hal yang tidak ketinggalan adalah berburu oleh-oleh. Jika kita berkunjung ke Solo, tempat berburu oleh-oleh yang mudah dijumpai adalah pasar gede Solo. 

Di sini kita bisa mendapatkan aneka jenis makanan khas Solo dnegan harga murah meriah. Ada aneka kripik seperti kripik paru, kripik usus, kripik bayam dan  kripik ceker. Juga ada makanan tradisional seperti jenang dodol serta krasikan. 

Sabtu, 04 Oktober 2014

Melihat Lebih Dekat Kuil Tertua Di Macau

"Kuil A-Ma bahkan sudah ada sebelum kota Macau sendiri ada.


Salah satu bangunan yang paling tua di Macau dan telah diakui oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia adalah Kuil A-ma Atau A-Ma Temple. Bahkan kuil itu sudah ada sebelum kota Macau sendiri muncul. Kuil A-Ma terletak di tenggara Semenanjung Macau dan merupakan titik awal sejarah kota Macau. Dari kuil ini jugalah nama Macau berasal. 

Kita bisa datang ke Macau dengan naik pesawat menuju Bandara Macau yang berada di ujung Pulau Taipa. Uniknya, Bandara yang mulai beroperasi pada tahun 1995 ini berbtasan langsung dengan laut, bahkan landasan pacunya berada di atas permukaan air laut. Selain itu kita juga bisa naik kapal ferry dari Hongkong yang memakan waktu perjalanan kurang lebih selama 1 jam. 

Jika ingin berkeliling Kota Macau kita bisa mengandalkan transportasi bus. Bahkan kita juga bisa berjalan kaki karena Macau merupakan kota yang tidak begitu luas. Penduduk Macau mahir berbahasa Inggris, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan mudah. Di kota ini ada banyak bangunan dengan arsitektur campuran Cina-Portugis. 

Legenda Kuil A-Ma 

Kuil A-ma dibangun pada masa dinasti Ming sekitar tahun 1368-1644. JAdi ini adalah kuil yang tertua di Macau. Kuil ini juga menjadi tempat pertama kalinya bangsa Portugis mendarat di Macau yang merupakan titik awal dari sejarah kota Macau. Bahkan nama kota Macau juga berasal dari nama kuil ini. A-Ma-Gau artinya adalah tempa A-Ma. 

Kuil A-Ma dibangun utuk memperingati Matsu, Dewi pelaut dan nelayan.Nama A-Ma senidri merupakan nama dari gadis miskin yang ingin ikut berlayar dengan kapal seorang pedagang kaya namun tidak diijinkan. Hanya seorang nelayan miskin sajalah yang mengijinkan gadis itu ikut bersamanya. 

Ketika mereka sampai di tengah lautan tiba-tiba badai datang. Tidak ada satupun kapal yang selamat dari terjangan ombak. Namun anehnya kapal si nelayan miskin itu bisa selamat. Ketika sampai di Macau, gadis itu menghilang dan menjelma menjadi seorang Dewi di tempat nelayan membangun kuil. Hingga kini kuil terebut dikenal dengan nama gadis tersebut yaitu kuil A-Ma . 



Bangunan kuil A-Ma 

Di pintu masuk kuil ini kita akan disambut sebuah batu besar yang terdapat ukiran benda pelayaran tradisional. Ada juga batu besar lain yang diukir dengan karakter merah yang isinya adalah doa minta restu pada dewa. Kuil ini sendiri dibangun dengan inspirasi konfusianisme, taoisme, budhisme juga keyakinan rakyat. 

Di dalam kuil terdapat berbagai pavilion yang didedikasikan guna menyembah dewa-dewa yang berbeda. Baian dalam kuil A-ma ini terdiri dari 
• Pavilion gate 
• Arch Memorial 
• Hall doa 
• Aula Kebajikan 
• Aula Guanyin 
• Paviliun Budha (Zhengjiao chanlin) 

Halaman kuil ini dibangun datas bukit berbatu yang disambung dengan jalan berputar melewati gerbang bulan serta taman-taman kecil. Fasad bagian depan Kuil dilengkapi dengan gerbang dengan hiasan patung-patung serta dinding warna-warni. Di pintu masuk halaman juga dinyalakan kembang api untuk mengusir roh jahat. Kuil ini dikellingi oleh tembok yang runcing yang berguna untuk melindungi dari bahaya kebakaran. Suasana di luar kuil terasa teduh karena banyak sekali pepohonan rindang. 

Tiga pavilion memiliki beberapa patung Dewi A-Ma juga model meriam, kapal juga kapel yang digunakan untuk dewa-dewa agama Budha dan Tao. Ketiga kuil ini memang didedikasikan untuk Dewi A-Ma. Sedangkan kuil yang paling atas merupakan kuil yang digunakan untuk menyembah Kuda Lam. Kuil memiliki atap yang indah sehingga terlihat berbeda dari kuil yang lainnya. 

Menebak keberuntungan di Kuil A-Ma 

Di kuil ini tentu saja kita bisa melihat-lihat para penduduk lokal yang melakukan sembahyang. Mereka membawa aneka buah-buahan untuk dipersembahkan pada Dewa. Ada dupa yang dibakar dengan kepulan asap yang menyebarkan aroma wangi yang khas. 

Di sini kita juga bisa melihat perttunjukan Barongsai jika berkunjung di akhir pekan. Pada setiap akhir tahun baru China, kuil ini juga sering didatangi untuk berdoa guna mendapatkan keberuntungan. Jika ingin melihat festival A-Ma maka waktu yang tepat untuk berkunjung ke sini adalah pada tanggal 23 bulan 3 pada penanggalan China. 

Ada satu ritual unik yang bisa kita lakukan jika berkunjung ke sini. Kita bisa datang di pavilion kedua, disini biasanya sudah ada antrian orang-orang yang juga ingin menebak keberuntungan . Di sini ada sebuah baskom tembaga berisi air yang direkatkan kuat pada sebuah meja batu. 

Kita harus melempar sebuah koin ke dalam baskom, kemudian meletakkan kedua telapak tangan pada pegangan baskom dan menggesek-gesekkannya, maka air dalam baskom akan memercik. Jika air memercik ke atas itu adalah tanda keberuntungan bagi orang tersebut. 

Berkunjung Ke kuil A-Ma 

Kita bisa datang ke Kuil A-Ma yang berada di Barra Square ini setiap hari pada jam 7.00 hingga 6.00. Selain menggunkaan taksi, transportasi yang bisa kita gunakan adalah bis TCM nomer 10A . 

Tidak ada biaya yang dipungut jika kita mengunjungi kuil ini, alias Gratis. Di kiri kanan jalan sekitar kuil juga ada pedagang yang menjual air mineral serta payung lipat. Hampir semua payung yang dijajakan di sini warnanya gelap seperti biru dongker, hitam , merah tua atau hijau gelap. 

MOtifnya pun juga sederhana seperti kotak-kotak tanpa ada tulisan dengan huruf mandarin bahkan tulisan Macau dalam huruf yang biasa kita kenal. Para pedagang yang ada di sini pun sebagian besar hanya bisa berbahasa Kanton.






Minggu, 14 September 2014

Macau Kota Warisan Budaya Dunia

Macau merupakan daerah administrative khusus yang berada di Propinsi Guangdong dengan luas wilayah 30.3 km2. Tepatnya di tepi barat Sungai Pearl Delta bersebelahan dengan kota Daratan Zhuhai dan berjarak 60 kilometer di sebelah timur Hongkong. Wilayah Macau terdiri dari Semenanjung Macau dengan luas 9.3 km2, Pulau Taipa 7.6 km2, Coloane 7.6 km2 serta daerah reklamasi Cotal 6 km2. 

Pusat dari Macau adalah Macau Peninsula. Dari sini ada tiga jembatan jalan yang menghubungkan dengan 2 wilayah Macau yang lain yaitu Taipa dan Kepulauan Coloane. Di tanah reklamasi antara Taipa dan Coloane terdapat distrik baru yang dikenal sebagai Cotal. Di sinilah terdapat resort dan hotel besar berskala Internasional yang didukung dengan infrastruktur baru. 


Arsitektur kota , seni, agama, tradisi juga makanan masyarakat Macau didominasi oleh perpaduan budaya Cina, Barat dan Portugis. Ini karena bangsa Portugis telah menetap di Macau sejak abad ke-16. Baru pada tanggal 20 Desember 1999 Macau menjadi Daerah Administrasi Khusus Republik Rakyat Cina. Bangunan unik yang ada di kota Macau tetap terpelihara dengan baik serta dijadikan sebagai pusat sejarah. Hal ini diakui juga oleh UNESCO dengan menetapkan Pusat Pusat Sejarah Macau dalam daftar warisan dunia pada tahun 2005. 


Dengan adanya 25 monumen kuno serta taman dan tempat ibadah yang terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia, kini Macau menempatkan dirinya sebagai Pusat Pariwisata Dunia. Macau telah berkembang menjadi sebuah kota dengan tujuan wisata bertaraf Internasional dengan salah satu andalannya adalah wisata warisan budaya dunia. 


1. Kuil A-ma 



Ini merupakan kuil tertua di Macau. Bahkan kuil ini sudah ada sebelum kota Macau sendiri ada. Kuil yang berada di kawasan Barra Square ini mulai buka pada jam 07.00 hingga 06.00. Bangunan kuil ini terdiri dari Pavilion Gate, Arch Memorial, Hall Doa, Aula Kebajikan, Aula Guanyin serta Zhengjiao Chanlin atau yang dikenal sebagai Paviliun Budha. 

Kuil ini sendiri terinspirasi oleh konfusianisme, taoisme, Buddhisme serta keyakinan rakyat banyak. Paviliun yang ada di kuil ini pun dibangun untuk menyembah dewa-dewa yang berbeda. Pembangunan kuil ini merupakan representasi dari teladan budaya Cina. 


2. Moorish Barracks 



Saat ini gedung yang dikenal sebagai barak Moor ini merupakan markas Badan Kelautan dan Perairan. Dulu gedung yang dibangun pada tahun 1874 ini merupakan tempat yang digunakan untuk mengakomodasi resimen India yang datang dari Goa. Resimen ini didatangkan untuk memperkuat kepolisian Macau pada saat itu. Bangunan barak ini merupakan integrasi dari arsitektur neo klasik dan pengaruh Moghui. Jika ingin berkunjung ke barak ini kita bisa mendatangi Calcada da Barra pada jam 09.00 hingga 18.00. 

3. Lilau Square 



Daerah ini merupakan kawasan perumahan Portugis pertama di Macau. Sehingga di sini kita bisa melihat bangunan rumah peninggalan Portugis yangmasih terjaga dengan baik. Ada kata-kata orang Portugis yang terkenal di sini, “ orang yang minum dari Lilau tak kan pernah melupakan Maau.” 

4. Mandarin’s House 



Bangunan ini merupakan rumah tradisional Cina yang dibanguun sekitar tahun 1869. DUlunya bangunan ini dihuni oleh tokoh sastra CIna bernama Zheng Guanying. Rumah ini terdiri dari halaman rumah serta bangunan rumah yang dilengkapi ornament campuran Cina dan Barat. Di sini ada ornament batu bata abu-abu yang merupakana ornament melengkung serta jendela kayu khas Cina dengan panel jendela yang dilengkapi mutiara dari India. 

Rumah tradisional Cina ini bisa dilihat di Antonio da Silva Lane no.10. Kita bisa mengunjunginya dan masuk secara gratis. Rumah ini dibuka sejak jam 10.00 – 06.00 setiap hari kecuali hari Rabu. Informasi lebih lengkap mengenai rumah tradisional Cina ini juga bisa dilihat di http://www.wh.mo/mandarinhouse 


5. Gereja St. Lawrence 



Gereja ini menghadap ke laut dan berada di pantai selatan Macau. Merupakan salah satu dari tiga gereja tertua di Macau. Dulunya gereja ini dibangun oleh para Yesult pada pertengahan abad ke-16 dan diakuisisi pada tahun 1846. Jadi tidak heran kalau bangunan ini memiliki struktur Neo-klasik dengan inspirasi dekorasi Baroque. Gereja yang berada di Rua de Sao Lourenco ini dibuka pada jam 10.00 hingga 17.00. 

6. Gereja Dan Seminari St. Joseph 



Dua bangunan ini , yaitu gedung Seminari dan Gereja St Joseph berdiri berdekatan di Rua do Seminario. Gedung seminari tidka terbuka untuk umum. Namun gereja dibuka sejak pukul 10.00 hingga 17.00. 

Bangunan Seminari didirikan pada tahun 1728 bersama dengan Universitas St Paul’s. Bangunan ini dulu merupakan basis utama dari kegiatan misionaris di Cina, Jepang dan sekitarnya. Di Seminari St Joseph ini diajarkan kurikulum akademik yang setara dengan universitas. Atas keberhasilannya ini Ratu Portugis Dona Maria I pada tahun 1800 memberikan gelar kerajaan yaitu “ House of the Mission Congregation”. Sedangkan bangunan gereja St Joseph dibangun pada tahun 1758. Arsitektur kedua bangunan ini menjadi teladan bagi arsitektur Baroque di Cina. 


7. St. Agustine Square 



St. Agustine Square merupakan sebuah alun-alun dengan trotoar batu khas Portugis. Di sekitar alun-alun ini terdapat bangunan tua diantaranya gereja St. Agustine, Teather Dom Pedro V, Seminari St Joseph serta perpustakaan Sir Robert Ho Tung. 

8. Teater Dom Pedro V 



Bangunan yang berada di kawasan St. Agustine Square ini merupakan teater yang bergaya barat pertama di Cina. Dibangun pada tahun 1860 dengan kapasitas 300 tempat duduk. Hingga kini gedung teater ini masih digunakan dalam acara-acara publik yang penting juga berbagai perayaan masyarakat Macau. Kita bisa berkunjung ke gedung ini setiap hari kecuali hari Selasa pada jam 10.00-06.00. 

9. Perpustakaan Sir Robert Ho Tung 



Gedung yang berada di St. Agustine Square no. 3 ini buka dari hari Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00-19.00. Sedangkan pada hari Minggu dibuka sejak jam 11.00 – 19.00. Dulu bangunan ini merupakan kediaman Dona Carolina Cunha yang dibangun sekitar tahun 1918. Kemudian dibeli oleh seorang pengusaha bernama Sir Robert Ho Tung pada tahun 1918 dan digunakan sebagai tempat pengasingannya. Hingga akhirnya ia meninggal pada tahun 1955 dan bangunan tersebut diserahkan pada pemerintah Macau dan dijadikan sebagai perpustakaan umum. 

10. Gereja St. Augustine 



Gereja St. Agustine berada di kawasan Alun-alun St. Agustine No.2. Gereja ini dibuka sejak jam 10.00 – 18.00. Yang terkenal dari gereja ini adalah diselenggarakannya prosesi Paskah setiap tahun yang melibatkan ribuan umat. Gereja ini dibangun pertama kali oleh para Augustinian Spanyol pada tahun 1591. Oleh masyarakat Tionghoa gereja ini juga dikenal sebagai Long Song Miu atau Kuil Naga berkumis panjang. Ini karena bila dilihat dari kejauhan gereja ini akan terlihat seperti kumis naga yang melambai di udara. Kumis naga ini adalah daun-daun palem yang digunakan oleh para pendeta untuk memperkuat atap pada saat hujan deras. 

11. Gedung Leal Senado 



Gedung Leal Senado merupakan balai kota pertama di Macau. Di dalam gedung yang dibangun pada tahun 1794 ini terdapat ruang pertemuan di lantai pertama. Ruangan tersebut menghadap ruang perpustakaan dan dihias dengan ukiran yang cukup rumit mirip dengan ukiran yang ada di Biara Mafra serta sebuah kapel kecil di Portugal. Rancangan Neo Klasik yang terdapat di semua dinding di bangunan ini masih dipertahankan keasliannya hingga sekarang begitu juga tata letak ruangan-ruangan di dalamnya termasuk taman yang ada di halaman belakang. NAma Senado Loyal diambil dari ungkapan Raja Portugis Dom John IV di tahun 1654. Saat itu ia berkata “ City of our name of God Macau. There is none more loyal.” 

Kini kita bisa mengunjungi galeri yang berada di San Ma Lo no. 163 ini pada pukul 09.00 -21.00 setiap hari kecuali pada hari Senin. Sedangkan jika ingin menikmati taman di bagian belakang gedung kita bisa datang setiap hari sejak pukul 09.00 – 21.00. 


12. Senado Square 



Sudah berabad-abad lamanya Senado Square menjadi pusat kota Macau. Di sini berbagai acara-acara publik juga acara perayaan hari-hari besar digelar. Alun-alun Senado ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah seperti bekas Gedung Senat serta kuil Sam Kai Vui Kun. Di sini pula surga belanja dan kuliner bagi para wisatawan. 

13. Sam Kai Vui Kun (Kuil Kuan Tai) 



Kuil yang berada di alun-alun pusat kota Macau tepatnya didekat St. Dominic Market ini bisa dikunjungi pada jam 08.00 – 18.00. Keaslian kuil ini masih terjaga dengan baik hingga saat ini. 

14. Holy House of Mercy 



Bangunan yang didirikan oleh Uskup pertama dari Macau pada tahun 1569 ini sekarang merupakan sebuah museum. Kita bisa datang ke museum yang berada di kawasan Senado Square ini setiap hari kecuali pada hari Senin pada jam 10.00-1.00 dan 2.30-5.30. Harga tiket masuk museum ini adalah MOP$5. Sedangkan bagi pelajar dan orang tua yang berusia diatas 65 tahun bisa masuk ke museum ini gratis. 

15. KAtedral 



Gereja katolik yang berada di Cathedral Square No.1 ini dibuka mulai jam 7.30-06.30. Uniknya katedral ini pada awalnya dibangun dengan taipa yaitu material tanah yang dicampur dengan jerami. Katedral ini dipugar pada tahun 1780. PAda saat itu pelyanan keagamaan dipindahkan untuk sementara waktu ke kapel lama Holy House of Mercy. Bangunan Katedral ini dilengkapi dengan lonceng kembar dan eksteriornya dibalut dengan plester Shanghai. 

16. Lou Kau Mansion 



Mansion yang berada di Travesca da Se no.7 ini dibangun pada tahun 1869. Dulunya bangunan ini merupakan rumah Lou Kau yang merupakan pedagang China terkenal meiliki rumah-rumah indah di kota pada saat itu. Rumah tua ini terletak didekat Senado Square da Cathedral Square. Kita bisa berkunjung dan memasuki bangunan tradisional Cina yang terdiri dari dua lantai ini setiap hari kecuali hari senin mulai jam 10.00-18.00. 

17. Gereja St. Dominic



Gereja St Dominic yang berada di alun-alun St. Dominic ini bisa didatangi setiap hari pada jam 10.00-18.00. Gereja tua ini dibangun oleh tiga pendeta Dominika Spanyol yang berasal dari Acapulco Meksiko pada tahun 1587. Ada hubungan persaudaraan antara gereja St.Dominic dengan Our Lady of the Rosary. Gereja ini juga menjadi tempat pertama diterbitkannya surat kabar Portugis di Cina. Surat kabar tersebut terbit pada tangal 12 September 1822 dengan nama A Abelha da China (China Bee). Dibelakang bangunna gereja terdapat sebuah museum kecil yang bernama Museum Seni Suci. Museum yang dulunya merupakan menara lonceng ini sekarang telah memamerkan koleksinya berupa 300 artefak. 

18. Ruins of Paul’s 



Bangunan yang didirikan pada tahun 1602-1640 ini dulunya merupakan Gereja Mater Dei. Pada tahun 1835 bangunan ini terbakar dan habis dilalap api. Sekarang tempat ini merupakan sebuah Museum of Sacred Art and Crypt. Kita bisa berkunjung ke sini setiap hari pada jam 09.00-18.00. Pada hari Selasa tempat ini buka pada jam 09.00-14.00. Di dekat reruntuhan gereja tua Mater Dei ini juga terdapat St.Paul College dan Mount Fortress. Ketiganya dikenal sebagai Acropilis Macau. 

19. Kuil Na Tcha 



Kuil ini menjadi lambang multicultural di Macau karena berada di sebelah Ruins of St.Paul. Tempat yang berada di Calcada de S.Paulo no.6 ini buka pada jam 08.00-05.00. Kuil ini dibangun pada tahun 1888 dan didedikasikan untuk menyembah Na Tcha. 

20. Bagian dari Tembok Kota Tua 



Benteng peninggalan bangsa Portugis ini dibangun pada awal tahun 1569. PAda jaman dahulu Portugis selalu membangun tembok pertahanan di sekitar pemukiman dan pelabuhan. Tembok besar ini dibangun dengan material yang dikenal dnegan nama chunambo. Yaitu campuran dari tanah liat, pasir, jerami padi, batu yang dihancurkan serta cangkang tiram. Semua material ini kemudian dipadatkan dalam lapisan-lapisan. 

21. Benteng Gunung 



Ini merupakan benteng yang dibangun pada area seluas 10.000 meter2. Bangunan benteng ini berbentuk trapezium dnegan keempat sudutnya berupa bangunan khas benteng yang ada di eropa. Benteng yang ini dibangun untuk pertahanan militer utama kota pada tahun 1617-1626. JAdi tidak mengherankan jika di benteng ini juga dilengkapi dnegan meriam, barak militer, sumur serta gudang senjata. Konon gudang snejata ini mampu menampung pasokan amunisi yang cukup digunakan hingga 2 tahun yaitu selama masa pengepungan berlangsung. BEnteng ini dibuka setiap hari kecuali hari Senin pada jam 07.00-19.00 

22. Gereja St.Anthony 



Gereja yang berada di St. Antonio Square ini ketika pertama kali dibangun sekitar tahun 1560 merupakan bangunan dari bambu dan kayu. Ini merupakan salah satu gereja tertua di Macau. Gereja ini sudah beberapa kali dibangun dengan tampilan terakhir yang bisa dilihat saat ini merupakan hasil pembangunan tahun 1930. Gereja ini dulu sering digunakan untuk menikah para tentara Portugis, sehingga dijuluki sebagai Cina Fa Vong Tong atau gereja Bunga. Kita bisa mengunjungi gereja ini pada jam 7.30-05.30. 

23. Taman Casa 


Sebelum menjadi gallery, tempat Ini merupakan sebuah rumah yang dibangun pada tahun 1770. Awalnya bangunan ini merupakan rumah tinggal seorang pedagang kaya asal Portugis bernama Manuela Pereira. Kemudian tempat ini disewakan pada East India Company hingga saat ini bangunan ini menjadi markas bagi Oriental Foundation. Kita bisa mengunjungi galeri yang berada di samping Camoes Square ini setiap hari kecuali hari Sabtu pada jam 09.30-06.00. Sedangkan jika ingin mendatangi taman Casa kita bisa datang pada jam 09.30-18.00. 


24. Pemakaman Protestan 



Pemakaman protestan yang berada di sebelah Taman Casa ini bisa dikunjungi pada jam 8.30-17.30. Di tempat ini juga dibangun kapel yang dikenal sebagai Kapel Morrison pada tahun 1821. Kapel ini dibangun untuk menghormati Robert Morrison yang hidup pada 1782-1834. Di tempat ini dimakamkan tokoh-tokoh Portugis dan Cina teremuka. Termasuk Goerge Chinnery yaitu seniman penting keturunan Inggris –Cina yang hidup pada tahun 1774-1852. 

25. Benteng (+ Kapel dan Mercusuar) Guia 



Benteng Guai yang dibangun pada tahun 1622 dan 1638 ini tidak hanya berdiri sendiri. Didalamnya juga dibangun Guai Chapel. Chapel ini didirikan dan ditinggali oleh biarawati Klaris sebelum ia mendirikan Biara St. Clare. Di sini juga terdapat Mercusuar modern pertama yanga da di pantai Cina. Mercusuar yang dikenal sebagai Guia Lighthouse ini didirikan pada tahun 1865. Kita bisa mengunjungi benteng ini setiap hari pada pukul 09.00-17.00. Sayangnya kita mercusuar tidak dibuka untuk umum. Sedangkan Kaple bisa dikunjungi setiap hari pada jam 09.00-18.00. 

Bahan Bacaan : 

http://id.macautourism.gov.mo/ 
https://id.berita.yahoo.com 
https://www.anakjajan.com 
http://travel.kompas.com/ 
http://travel.detik.com/







Kamis, 11 September 2014

Wonderful Indonesia - Empat Alasan Ke Raja Ampat


Siapapun pasti tergoda untuk datang ke Raja Ampat. Surga yang ada di sekitar kepala burung Papua Barat ini bisa dicapai dengan jalur udara maupun laut. Kita perlu pergi ke Sorong terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat dengan naik pesawat kecil Susi Air yang berkapasitas sekitar 14 orang. 

Jika melalui jalur laut dari Sorong kita bisa naik kapal kayu maupun kapal feri ke Waisai yang berangkat setiap hari. Perjalanan dengan kapal feri memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, jika memakai kapal kayu harganya lebih murah namun waktu tempuhnya juga lama yaitu sekitar 5-6 jam. Kapal Feri berangkat dari Pelabuhan Sorong pada pukul 13.00. Sedangkan kapal feri dari Waisai berangkat pukul 11.00. 


Waisai merupakan ibukota kabupaten Raja Ampat yang berada di Pulau Waigeo. Kabupaten Raja Ampat merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari kabupaten Sorong pada tahun 2003. Luas wilayah Raja Ampat 46.000 km2 dengan 610 pulau, 35 pulau diantaranya merupakan pulau berpenghuni. Daratan yang ada di Raja Ampat seluas 6.000 km2 sedangkan sisanya yaitu 40.000 km2 merupakan lautan. Kabupaten ini dihuni oleh penduduk sebanyak 31.000 jiwa. 


Ada 4 alasan mengapa kita harus ke Raja Ampat yaitu : 


1. Petualangan Mengelilingi Pulau Yang Menantang 


Raja Ampat memiliki 4 pulau utama yang bergunung-gunung serta pulau-pulau karang yang unik. Di Raja Ampat kita bisa berpetualang di bawah laut dengan diving maupun snorkeling. Mengelilingi kepulauan Raja Ampat juga akan menjadi petualangan yang menantang. Jika ingin berkeliling Raja Ampat kita bisa menyewa Speed boat dengan kapasitas 15-20 orang . Atau kita juga bisa menyewa long boat (perahu panjang) yang harganya lebih murah dengan kapasitas 10 orang. Tentu saja waktu tempuh long boat akan lebih lama dibandingkan dengan speed boat. 



Kita bisa datang ke Waigeo Selatan dan mengunjungi Kabui Bay. Jika berkunjung ke Teluk Kabui, selain bisa menikmati pemandangan alam yang indah, maka kita juga bisa datang ke dalam gua yang didalamnya tersimpan banyak sekali tengkorak manusia. JIka ingin melihat tempat bersejarah Raja Ampat datang saja ke Kali Raja. Di Desa Yenwaupor serta Sawinggrai kita bisa melihat berbagai jenis burung. 

JIka ingin menyelam maka kita bisa datang ke Arborek. DI sini kita akan menyelam sambil menyaksikan ikan-ikan pari yang berenang. Didesa Sawandarek kita bisa menikmati pantai berpasir putih serta bebek laut juga menikmati keindahan karang. Kita bisa juga menyelam di Barat Waigeo, Batanta dan Kofiau. Jika ingin menikmati pulau karang maka datanglah ke Kepulauan Wayag. 


Kita bisa datang ke pulau Mioskon. Di pulau kecil tak berpenghuni ini kita bisa menikmati pemandangan yang indah serta melihat kelelawar besar yang terbang di sore hari. Ada juga pulau kecil dengan pasir putih yang indah bernama Pulau Friwen. DI tempat ini kita bisa melihat burung Cendrawasih merah. 


Di Pulau Saonek kita bisa menikmati indahnya pasir putih juga melihat matahari terbit maupun terbenam. Di sini juga terdapat industri ikan asin rumahan. Di Painemo kita bisa berenang serta menikmati pulau-pulau karang kecil yang dikelilingi oleh air jernih serta bukit-bukit yang ditutupi vegetasi hijau. Pemandangan yang hampir sama juga bisa dinikmati di Hidden bay di Pulau Gam. 


Pulau Wayag merupakan ikon Raja Ampat. Di sini ada sekelompok pulau karang batu kapur yang tersebar di lautan. Untuk bisa melihat pemandangan yang indah di pulau ini kita harus mendaki bukit selama 20-30 menit. 


JIka ingin melihat Cendrawasih merah serta Cendrawasih Botak maka kita bisa datang ke Pulau Batanta. Ini merupakan pulau terkecil diantara keempat pulau besar yang ada di Raja Ampat. Cendrawasih botak juga bisa dilihat di Wallebet yang berada di selatan pulau Batanta. Di dekat pulau Batanta ada Pulau Dayan yang merupakan tempat hidup kepiting kenari. 


Berikut ini adalah tips berpetualang di raja Ampat : 

Datanglah pada bulan Oktober hingga November karena pada saat ini laut tenang dengan keindahan pemandangan yang sempurna. 
Siapkan peralatan untuk memotret keindahan bawah laut. 
Siapkan obat nyamuk dan obat anti malaria karena di sini banyak nyamuk. 

2. Keindahan Alam Bawah Laut Yang Menakjubkan 


Raja Ampat merupakan tempat wisata terbaik di dunia. Kelengkapan hayati bawah laut baik itu flora maupun faunanya adalah nomer satu di dunia. Di sini ada 1.320 species ikan, 5 species penyu laut yang masih langka, 57 species udang mantis, 13 species mamalia laut, juga 27 species ikan langka yang hanya ada di wilayah perairan Raja Ampat ini. 



Dari seluruh jumlah species karang yang ada di dunia, maka 75 % nya berada di Raja Ampat. Jumlah ini setara dengan 10 kali lipat dari jumlah karang yang ditemukan diseluruh kepulauan Karibia. Hingga saat ini ada sekitar 600 species karang, 1.511 species ikan serta 700 jenis molusca yang tercatat. 

Jika ingin menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut Raja Ampat, maka kita bisa menyewa alat selam berikut jasa pemandu dengan harga Rp 450.000 – Rp 500.000. Di dalam laut kita bisa bertemu dengan kuda laut kerdil, barracuda bahkan ikan dugong juga penyu laut. Waku terbaik untuk menyelam diperairan Raja Ampat adalah sepanjang tahun. 


Cuaca di Raja Ampat cerah dengan hari hujan paling sering pada bulan Mei hingga September. Suhu dalam air dalam kisaran 28 ⁰ C dengan visibilitas dari 10-30 meter. Kedalaman penyelaman berkisar antara 10-40 meter. 


Selain menyelam kita juga melakukan snorkeling dengan melihat karang di perairan dangkal. Snorkeling bisa dilakukan di depan Kri Eco resort maupun Sorido Bay resort. Di sana terdapat rumah karang , kura-kura juga hiu karang yang masih remaja. 


Jika melakukan penyelaman di Arborek maka kita bisa mendapatkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan diantaranya ikan badut dan ikan giru. Hanya saja kita perlu berhati-hati karena pada saat-saat tertentu di sekitar terumbu karang banyak muncul ubur-ubur yang bisa membuat tubuh gatal-gatal. Selain itu ada juga ular laut yang kulitnya hitam-putih, ular ini sewaktu-waktu bisa menyengat. 


3. Budaya Lokal Yang Menggoda 


Raja Ampat berarti Empat Raja. Sesuai dengan Mitos yang berkembang di masyarakat, Empat Raja yang dimaksud di sini adalah keempat pulau besar yaitu Waigeo, Salawati, Batanta serta Misoi. Di empat pulau ini budaya lokal masih terus terjaga hingga saat ini dan menjadi pendukung wisata yang potensial. 



Pulau Misoi misalnya merupakan sebuah pulau yang terkenal sebagai penghasil batu kuno. Pada bagian barat serta utara Waigeo kita bisa melihat pertunjukan suling bambu tradisional yang dikenal dengan suling tambur. Hanya saja pertunjukan ini baru bisa disaksikan pada acara festival keagamaan, pada hari kemerdekaan 17 Agustus ataupun pada saat ada kunjungan pejabat ke tempat tersebut.

Di Pulau Arborek kita bisa mendapatkan noken, yaitu tas kerajinan tangan khas Papua yang dibuat dari serat pohon. DI Desa Saonek kita bisa melihat tari Salay. Sedangkan di Desa Arborek kita bisa melihat kerajinan anyaman. Di desa wisata Sawinggrai yang berada di Pulau Gam kita bisa memberi makan ikan dengan tangan di dermaga desa. Pada sat yang sama kita juga bisa mengamati burung Cendrawasih Merah dari Bukit manjai. 


Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Raja Ampat tidak membeli oleh-oleh. Di sini kita bisa memilih oleh-oleh yang juga mengigatkan kita pada budaya masyarakat Raja Ampat. Seperti misalnya patung suku asmat, Kain tradisional khas Raja Ampat, Alat musik tradisional Raja Ampat yaitu suling dan tambur. 


4. Kearifan Lokal Yang Selalu Terjaga 


Raja Ampat adalah surga di timur Indonesia. Jika ingin berkeliling kepulauan ini, maka pemandu lokal yang kebanyakan merupakan nelayan setempat selalu siap mengantar. Di tempat ini sebagai bentuk penghormatan bagi penduduk setempat, biasanya para nelayan tersebut akan sangat senang jika diberi buah pinang atau permen. 


Dengan memberikan kedua benda tersebut merupakan bentuk sopan santun. Ada kebiasaan menarik para nelayan di Raja Ampat. Mereka sangat senang berkumpul saling bertukar cerita lucu. Sebagai hidangan atau camilan mereka adalah buah pinang. 


Di Tomolol kita bisa melihat gua-gua dengan lukisan telapak tangan manusia serta hewan yang sangat besar. Masyarakat di sini meyakini bahwa lukisan tersebut merupakan hasil karya para penghuni gua yang tinggal di sini pada masa pra sejarah dulu. 


Kearifan lokal yang masih terjaga bisa kita lihat juga di Utara Waigeo. Di sini ada sebuah gua dari masa Perang Dunia II yang merupakan bungker bagi pasukan Belanda di masa pendudukan jepang dulu. Masyarakat setempat kadang melakukan tarian perang di sini. 


Di Raja Ampat terdapat sebuah pulau yang memiliki pasir unik. Masyarakat setempat menyebutnya Zanqblaat. Di sini kita bisa melihat ibu-ibu maupun anak-anak dari suku setempat menangkap cacing laut yang dikenal sebagai insonem. 


Di timur Waigeo tepatnya di depan desa Urbinasopen dan Yesner bisa kita lihat hantu laut. Ini sebenarnya merupakan fenomena unik yang hanya bisa dijumpai pad aakhir tahun. Di sini akan muncul sinar yang berasal dari dalam laut dan mengitari permukaan laut selama kurang lebih 10-18 menit. 


Ada lagi kearifan lokal yang bisa kita nikmati di sini yaitu mencicipi sup khas Raja Ampat. Masakan khas ini berupa sup ikan kuning. Kehidupan penduduk lokal dalam menangkap ikan secara tradisional bisa kita lihat diteluk Mayalibit yang berada di Pulau Waigeo. Di Teluk ini kita juga bisa menjumpai kerajinan anyaman serta kerajinan tangan berupa patung bentuk manusia dan hewan. 


Menginap DI Raja Ampat 



Jika ingin menginap di Raja Ampat kita bisa memilih beberapa penginapan yang ada di Waisai. Di sana ada hotel dengan harga menengah yaitu sekitar Rp 300.000 – 400.000 / malam. Ada Waiwo Dive Resort yang terdiri dari 12 cottage bernuansa alam papua. Harga Cottage ini berkisar antara Rp 450.000 – Rp 500.000/ malam . Harga tersebut sudah termasuk makan selama tinggal. Masih di pulau yang sama , kita juga bisa memilih menginap di Acrophora Cottage and restaurant. Harga menginap di sini berkisar antara Rp 480.000 – Rp 600.000 / bungalow/ malam.Setiap bungalow terdiri dari dua kamar tidur dan satu ruang tamu serta kamar mandi. 

Selain itu ada juga hotel sekelas resort Internasional. Seperti misalnya The Cove di Pulau Yeben yang memasang tarif US$2.300 untuk 7 hari atau sekitar Rp 4 jutaan/ malam. Jika ingin menginap di tempat dengan nuansa Bali maka kta bisa memilih Raja AMpat Dive Lodge (RADL) yang berada di Pulau Mansuar. Di sini kita bisa menikmati pemandangan pulau dengan hutan tropis sekaligus pemandangan laut. Tarif menginap di sini sekitar US$ 165 – US$ 230 / malam. 


Menginap di homestay yang berada diperkampungan penduduk juga bisa menjadi pilihan. Kita bisa datang di Desa Sawinggrai untuk menikmati sensasi menginap di atas laut. Homestay di sini dibangun dengan pondasi kayu dengan kamar berada di atas laut seperti layaknya dermaga. Harag menginap disini Rp 500.000/ orang/malam sudah termasuk makan 3 x sehari. Uniknya di sini kita juga bisa memberi makan ikan serta melihat atraksi cendrawasih menari. Sedangkan harga homestay di Arborek lebih murah yaitu Rp 350.000/ orang/malam sudah termasuk makan serta snorkeling dan wisata keliling desa. 


Sumber Bacaan 
http://travel.kompas.com/ 
http://www.jawapos.com/ 
http://www.gorajaampat.com/ 
http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat 

Foto : 

http://www.gorajaampat.com/ 
http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat 

Kamis, 04 September 2014

Belajar Masak Di Mall

Jalan-jalan ke Mall gak harus belanja kan? Akhir minggu ini kebetulan ada banyak sekali undangan. Salah satunya adalah cooking class yang diadakan sama Modena di Rmah Inspirasi MArtha Steward Living. Lokasinya di dalam mall yaitu Gandaria City Jakarta Barat.

Sebenarnya ini gak murni acara cooking class. Lebih cocok disebut eating class sih, karena acaranya icip-icip. Tema kali adalah menyiapkan makan malam yang praktis. 

Idenya diambil dari salah satu bab buku duetnya mbak Arin Murtiyarini + mbak Rina Susanti yang berjudul Mommilicious. Judulnya Makan Malam yang tertunda. 

Acara ini memang sekalian launching bukunya mbak Arin. KArena aku di sini kebanyakan ngobrolnya daripada ngikutin acaranya jadi akan lebih banyak foto-foto yang ada di sini dari pada ceritanya. Dan ini adalah bagian terakhir dari ceritaku. Selanjutnya simak foto-fotonya aja ya.